Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan

Jejak kaki manusia berumur 120.000 tahun ditemukan di Arab Saudi


LVONews - Kumpulan tujuh jejak kaki manusia, ditemukan di sekitar danau kering kuno di wilayah utara Tabuk, adalah bukti manusia paling awal di jazirah Arab.

Para ahli percaya itu adalah jejak kaki setidaknya dua orang, dan mengatakan mereka dapat membantu memahami rute yang diambil oleh manusia keluar dari Afrika.

"Para peneliti percaya rute pedalaman di sepanjang danau dan sungai mungkin memainkan
peran penting dalam migrasi manusia. Foto: AFP / Paul Breeze."

Penelitian baru menunjukkan "rute pedalaman, mengikuti danau dan sungai, mungkin sangat penting bagi manusia" meninggalkan benua itu, menurut Mathew Stewart dari Max Planck Institute for Chemical Ecology.

Dia menambahkan: "Jejak kaki adalah bentuk unik dari bukti fosil yang memberikan gambaran dalam waktu, biasanya mewakili beberapa jam atau hari, resolusi yang cenderung tidak kita dapatkan dari catatan lain."

Para peneliti berpikir jejak kaki itu milik manusia modern, berdasarkan perawakan dan massa yang disimpulkan dari mereka, bukan Neanderthal, yang tidak diketahui berada di wilayah tersebut pada saat itu.

Mr Stewart berkata: "Kami tahu bahwa manusia mengunjungi danau ini pada saat dimana hewan-hewan ini ada, dan, luar biasa untuk daerah tersebut, tidak ada peralatan batu.

"Tampaknya orang-orang ini mengunjungi danau untuk mencari sumber air dan hanya untuk mencari makan pada saat yang sama dengan hewan."

Jejak kaki gajah dan hewan lain juga diidentifikasi bersama 233 fosil.

Saat ini, jazirah Arab terdiri dari gurun luas yang tidak dapat dihuni oleh manusia purba dan hewan yang mereka buru.

Namun, selama dekade terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa daerah tersebut mengalami kondisi yang jauh lebih hijau dan lembab karena variasi alami dalam iklim.

Richard Clark-Wilson, dari Royal Holloway, Universitas London, mengatakan: "Pada waktu-waktu tertentu di masa lalu, gurun yang mendominasi bagian dalam semenanjung berubah menjadi padang rumput yang luas dengan danau dan sungai air tawar permanen."

“Kehadiran hewan besar seperti gajah dan kuda nil, bersama dengan padang rumput terbuka dan sumber daya air yang besar, mungkin telah membuat Arabia utara menjadi tempat yang sangat menarik bagi manusia yang bergerak di antara Afrika dan Eurasia,” tambah Michael Petraglia, dari Max Planck Institute untuk Ilmu Sejarah Manusia.


Source : Sky News



Berita ini dipersembahkan oleh LVOBet - Situs Bandar Judi Online Terpercaya Deposit Pulsa Tanpa Potongan Telkomsel & XL.

Mainkan beragam jenis permainan seru hanya dengan 1 ID saja. LVOBet menerima Deposit Via Pulsa, Deposit Via GoPay, Deposit Via OVO, Deposit Via LinkAJA.

Post a Comment

0 Comments

Search This Blog